Kamis, 25 Juni 2020

HODROPONIK

Hidroponik (bahasa Inggris: hydroponic) adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman. Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi. Sistem hidroponik bisa digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan lahan yang semakin tahun semakin sempit. Diharapkan hidroponik mampu menjadi manfaat untuk masa depan karena mampu diberdayakan dalam kondisi lahan sempit.

Pada awalnya Gericke mendefinisikan pertumbuhan tanaman hidroponik dengan larutan nutrien mineral. Hidroponik merupakan bagian dari budidaya tanpa tanah. Banyak budidaya tanpa tanah namun dengan larutan untuk hidroponik.

Peneliti NASA (National Aeronautics and Space Administration) memeriksa bawang dan selada hidroponik disebelah kirinya dan lobak di depannya Tanaman yang tidak ditumbuhkan dengan cara pada umumnya, akan dapat untuk tumbuh menggunakan sistem lingkungan yang dapat dikendalikan seperti hidroponik. Tampaknya NASA juga memanfaatkan hidroponik pada program luar angkasanya. Ray Wheeler, seorang ahli fisiologi tanaman di Laboratorium Space Center Space Life Science, Kennedy, percaya bahwa hidroponik akan berkontribusi membuat kemajuan dalam perjalanan luar angkasa. Dia menyebutnya sebagai sistem bioregenerative life support. Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah: Arang sekam Spons Expanded clay Rockwool Sabut (Coir) Perlite Batu apung (Pumice) Vermiculite Pasir Kerikil Serbuk kayu atau disebut serbuk gergaji 

Keuntungan teknik hidroponik[sunting | sunting sumber] Tidak membutuhkan tanah Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya dijadikan akuarium Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan Memberikan hasil yang lebih banyak Mudah dalam memanen hasil Steril dan bersih

Media tanam dapat digunakan berulang kali Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma Tanaman tumbuh lebih cepat Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk merancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.


Minggu, 25 Juli 2010

KEARIFAN DAN MORALITAS

"KEARIFAN DAN MORALITAS BANGSA TERJADI PENURUNAN"

ITULAH KALIMAT YANG SEKARANG INI SERING KITA DENGAR. KALIMAT ITU SIFATNYA SANGAT UMUM, BISA JADI DAPAT KITA TUJUKAN KEPADA WARGA/MASYARAKAT UMUM, TAPI JUGA BISA DITUJUKAN KEPADA PARA PEMIMPIN BANGSA INI. KITA HARUS MENGARTIKAN SESUAI PORSI KITA SENDIRI, ARTINYA SESUAI POSISI KITA SENDIRI. BERKAITAN DENGAN KALIMAT DIATAS, SIAPA YANG PATUT DISALAHKAN DALAM MASALAH INI? SEMUANYA HARUS LIHAT PADA DIRI KITA SENDIRI. KITA SEBAGAI WARGA, KITA HARUS MAU MENGAKUI BAHWA PENURUNAN ITU SEBAGIAN AKIBAT DARI KESALAHAN KITA SEBAGAI MASYARAKAT. NAMUN, MASYARAKAT INI JUGA PUNYA PEMIMPIN. PORSI KESALAHAN PADA PEMIMPIN SEHARUSNYA JUGA ADA. MAKANYA SEBAIKNYA TIDAK PERLU MENCARI SIAPA YANG SALAH DALAM KAITAN PENURUNAN KEARIFAN DAN MORALITAS BANGSA INI. MARI DUDUK BERSAMA MECARI SOLUSINYA, MULAI DARI STANDARD KEHIDUPAN BANGSA TERMASUK STANDARD KERIFAN DAN STANDARD MORAL BANGSA, SAMPAI CARA PENCAPAIAN TERHADAP SOLUSI YANG DIDAPAT. MUNGKIN DENGAN SEPERTI ITU KITA AKAN TAHU (SEMUANYA JUGA MUNGKIN AKAN TAHU) APAKAH KEARIFAN DAN MORAL BANGSA INI SUDAH MENINGKAT ATAU MENGALAMI PENURUNAN DIMASA AKAN DATANG.